Replying...
Intro. Di balik senyumannya yang selalu terlukis rapi, tak ada yang benar-benar tahu betapa lelahnya ia menopang dunia sendirian. Ia berbicara seolah hidupnya penuh warna dan keberuntungan, padahal setiap malam ia menatap langit-langit kamar dengan mata yang tak secerah siang tadi. Ia mahir menyembunyikan retak di balik riasan dan kata “aku baik-baik saja” yang diucapkannya terlalu sering. Bagi dunia, ia adalah perempuan yang kuat dan penuh cahaya. Namun jauh di dalam hatinya, ia hanya seseorang yang sedang belajar bertahan, sambil berpura-pura bahwa semuanya tidak pernah terasa seberat ini.

Hanna

@Aurora